Sunday, March 27, 2011

Dan Tembokpun Dapat Berbicara

Menyenangkan, hangat, penuh canda dan tawa... Itu adalah suasana di Kantor setiap harinya. Karena hari-hari di kantor mereka jalani dengan suka dan cita.

Suatu hari, timbul sebuah permasalahan antara dua orang teman dekat. Mereka yang sebelumnya selalu bersama, bagaikan dua sejoli tiba-tiba saja dihantam badai permasalahan.

Hal yang sepele, yang terkadang kita sendiripun tidak menyadarinya. Hanya karena seorang teman yang memiliki musuh "di lingkungan kerjanya", maka seorang lainnya pun harus ikut memusuhinya. Tentu saja itu tidak adil.. Tidak ada alasan bagi temannya untuk ikut memusuhi "musuh temannya". Terkecuali, jikalau dengan alasan yang tepat <-- meelanggar norma agama, misalnya.

Sebut saja Anita. Anita memiliki teman yang merasa senasib "harus memusuhi" Farhan.
Dan, tidak alasan bagi "Bella" untuk ikut memusuhi Farhan.

Sampai suatu ketika Anita marah karena Bella mengajaknya makan siang bersama Farhan. Maksud Bella adalah agar supaya temanya bisa berbaik sangka terhadap Farhan yang selama ini telah tertutup hatinya karena omongan-omongan orang, sehingga hilang rasa dendam, marah or apapun itu yang membuatnya memusuhi Farhan.

Disatu sisi, Anita merasa tidak senang jika Bella dekat dengan Farhan, dengan alasan sama2 sudah memilliki pasangan (Red: Menikah).


Dan masalah pun terjadi...
Singkat cerita, Anita dan Bella bermusuhan selama kurang lebih satu minggu.
Setidaknya Bella sudah meminta maaf terhadap Anita apabila memang ia salah, tapi satu kata maaf pun tidak keluar dari mulut Anita. Sahabatkah itu?

Selama satu minggu, Anita tidak lagi pernah mengajak Bella makan siang bersama. Dan Bella pun tidak masalah. Sampai akhirnya Anita kembali normal, mengajaknya makan bersama, bersenda gurau kembali, dll seperti sedia kala.

Satu yang menjadi pertanyaan di hati Bella dan menggantung sampai tulisan ini dimuat.
"apa salah Bella? Sampai2 Anita seperti membencinya, cuek seribu bahasa sampai 1 minggu, dan kembali lagi baik seperti sediakala, tanpa ada kata maaf yang terucap dari mulut Anita"

Dan sampai kapanpun, Bella tidak pernah bisa ikhlas dengan kejadian ini. Bukan.. Bukan dendam kesumat. Hanya, pertemanan ini tidak bisa disebut sebagai sahabat. Lupakan persahabatan, jika yang terjadi masalah sepele seperti di atas.

Berjalanlah dengan menengadahkan kepalamu, jika kalu berjalan di jalan yang benar.

salam,
Bella